Monday, October 4, 2010

Graduation Day

Kumpulan orang-orang bertopi Pentagonal menumpuk di tengah ruangan, dan mereka tidak berbau seperti di pasar walau berdesak-desakan. Di hadapan mereka yang duduk berderetan, juga ada beberapa orang Professor membawa topi pentagonal dan ibu-ibu berkebaya. Ruangan itu penuh dengan orang-orang dan penuh dengan struktur-struktur edukasi. Ruangan indah berukir dengan langit-langit persegi dihiasi lampu gantung besar-besar. Ballroom Basko Hotel Premier.


Ruangan ini kemudian menyuarakan beberpa hal yang penting untuk diingat dan dicermati. Hal tersebut akan saya bagi menjadi tiga pokok bahasan yang terdiri dari; kenapa sekolah, bagaimana sekolah, dan sampai kapan sekolah. Uraian nantinya merupakan interpretasi dari pidato-pidato dan kata sambutan yang terdengar dari dinding-dinding Ballroom tersebut, serta aktifitas fisik dan non-fisik yang terjadi di dalam ruangan dan luar ruangan selama acara berlangsung.


Kenapa Sekolah - Tidak semua orang betul-betul punya alasan yang jelas kenapa mereka pergi ke sekolah atau kuliah, tapi setidaknya mereka punya alasan kenapa pergi ke sekolah lalu membayar uang sekolah. Jika anda ingin sedikit dihargai ditengah-tengah masyarakat maka ikutlah pergi ke sekolah atau kekampus, karena orang yang pergi ke sekolah status sosialnya lebih baik dari pada orang yang tidak pergi ke sekolah. Bahasa orang yang sekolah lebih gramatikal daripada orang yang tidak sekolah atau sudah putus sekolah dari kecil. Kalau kita bersekolah, maka tidak akan disebut sebagai seorang penganggur yang membebani perekonomian negara dan kemudian mengancam orang-orang yang telah bersekolah. Angka kriminal tingkat pasar lebih didominasi bagi anak-anak putus sekolah dan bagi mereka yang tidak mampu bersosialisasi dengan sistem akademis. Sekolah adalah lingkungan tempat bersosialisasi yang aman (eksklusif) dan tidak begitu heterogen. Sekolah atau Kuliah akan mendapatkan ijazah yang akan menjadi syarat masuk tes ini itu yang sangat menentukan dalam pengkategorian "kerah biru atau kerah putih", selain ijazah menjadi syarat bisa diangkat, atau naik pangkat. Sekolah atau kuliah dapat memperpanjang nama karena pencantuman Gelar, baik di depan nama atau di belakangnya. Atau mungkin sebenarnya anda masuk sekolah karena ingin lebih gampang masuk sorga, bukan sekedar gengsi untuk kampanye.


Bagaimana Sekolah - Bersekolah yang sukses itu adalah sanggup tamat tepat pada waktu yang dijangkakan oleh sistem sekolah. Dasar 6 tahun, menengah 6 tahun, tinggi 3 atau 4 tahun, magister atau master 2 tahun, dan doktoral 3 tahun lebih kurang. Semakin cepat dan semakin tinggi Nilai Rapor dan IPK, adalah ukuran bagaimana seharusnya bersekolah. Siswa dan mahasiswa sangat senang dengan nilai tinggi begitu pun guru dan dosen karena keberhasilan mereka dilihat dari hasil belajar siswa. Jika nilai siswa dan mahasiswa rendah-rendah, itu berarti guru dan dosen tidak berhasil menjalankan pekerjaannya. Bagaimana supaya dapat nilai tinggi? Apakah dengan membaca banyak buku? Apakah dengan rajin mengerjakan tugas-tugas? Apakah dengan partisipasi aktif di dalam kelas? Apakah dengan diskusi yang komprehensif? Apakah dengan praktikum dan studi banding? Apakah dengan bersikap sopan dan tidak berlebihan? Semuanya rata-rata benar, tergantung kepada Guru dan Dosen yang memberikan nilai. Tapi Guru dan Dosen mengalami dilema karena terlalu banyak jam mengajar (Negeri, Swasta, Kursus, Reguler, Non Reguler, Lokal Mandiri & Ekstensi serta Lokal Jauh) dan terlalu banyak jumlah siswa dan mahasiswa perlokalnya, disamping desakan trend yang kompleks. Bagaimanapun juga, yang penting cepat selesai dan lanjutkan ke tingkat selanjutnya! Jangan sampai ketinggalan dari yang lain.


Sampai Kapan Sekolah - Banyak sekali bisa kita temukan berbagai macam produk-produk di pasar yang berlabel "Made in China". Mulai dari Peniti hingga Motor tukang Ojek, dari mainan kunci sampai Keripik Balado. Tapi, apakah masih berlaku "Tuntutlah ilmu sampai ke Negeri Cina"? Semua tergantung bagaimana kita mendefenisikan makna Cina. Lalu kemudian sampai kapan anda bisa untuk bersekolah di negeri Cina, sementara sekolah favorite itu ada di Australia dan Amerika serta Belanda karena banyak beasiswa yang ditawarkan. Atau selagi ada beasiswa, tetaplah sekolah! Paling tidak disekitar sini saja, karna berleak-leak beasiswa tersedia. Jangan lagi anda mematok bahwa sekolah itu wajib 9 tahun saja. Jangan! Guru SD saja sudah banyak yang memiliki titel Master gara-gara program beasiswa Pemda pada usia mereka yang sudah di atas 45. Dan institusi sekolah terus mengembangkan kerjasama dengan siapa saja untuk bisa memberi beasiswa. Teruslah sekolah sampai jenjang selanjutnya, sampai dinding dirumah penuh dengan foto-foto kamu diwisuda dengan memakai Toga. Jangan malu dan jangan ragu. Mari sekolah-mari sekolah! Kalau tidak sekolah, mana bisa memakai komputer!

Ruangan tiba-tiba penuh dengan cahaya blitz camera! Semua orang mengambil foto dan difoto, sangat berselingkit. Foto berdua, bertiga, sekeluarga, dengan kawan lama dan foto sendiri saja, apalagi saat itu hadir Bapak Walikota kita. Begitu bersemangat, ada yang menggunakan DSLR, Digital Pocket Camera, Camcoder, Hp dan Kamera Film. Moment ini kemudian dibekukan dalam bentuk lembaran atau slide foto, tidak bisa diulang lagi. Semoga Puncak Bersekolah tidak hanya sampai disitu!


Sebelum pulang, semua orang yang memegang undangan dapat menukarkan dengan 3 bungkus nasi kotak dalam pelastik putih. Kemasan memang menentukan!

0 comments: