Sunday, April 10, 2011

DPR RI vs. Rakyat

Tidaklah salah pembangunan gedung baru DPR di Senayan jikalau itu adalah sebuah wujud dari tuntutan image sebagai orang yang paling terhormat. Salah lah rakyat yang menentang rencana untuk membangun gedung megah tersebut karena proyeknya akan dapat menguntungkan anak-anak dan istri-istri dari mereka yang menang dalam tender tersebut, mulai dari pemilik saham perusahaan sampai kepada buruh yang dapat bekerja pada proyek tersebut. Tindakan DPR sangat lah kongkrit untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru dan perputaran uang. Tidak ada yang salah, apa bila tidak ada yang patut dibenarkan.

Rakyatlah yang patut disalahkan. Anggota dewan yang terhormat tersebut tidak mungkin melakukan apa yang mereka rencanakan sekarang tanpa ada landasan dan titik pijak yang datangnya juga dari kebutuhan rakyat akan wakil-wakil mereka di DPR. Keinginan anggota Dewan yang terhormat adalah representasi dari keinginan seluruh rakyat semesta. Semua kan setuju dengan Demokrasi keterwakilan. Semua telah setuju dan karna itu mereka memilih disaat pemilu. Tidaklah rakyat yang tertipu atau Anggota Dewan terhormat yang melanggar janji. Orang tertipu adalah karena mereka punya potensi untuk ditipu. Orang yang dapat dibohongi adalah mereka yang bodoh. Peranserta rakyatlah yang mendudukkan Anggota Dewan yang terhormat di ruang-ruang yang tidak layak gedung DPR Senayan. Rakyat harus bertanggung jawab atas nasib orang-orang yang mereka utus dan membebankan kerja demokrasi di pundak mereka. Rakyat lah yang salah.

Ketika dulu mereka belum menerima apa-apa dari Negara, rakyat telah menerima stiker, baju, bendera dan proyek-proyek kecil/besar yang pembiayaannya dari kantong calon Anggota Dewan yang dermawan. Tim sukses adalah orang yang sangat penting dan wajar mendapatkan laba dari usaha mereka. Dan Anggota Dewan juga mendapatkan tekanan dari partai yang notabenenya juga memperjuangkan aspirasi rakyat jelata, disamping juga harus membayar untuk mengisi minyak mesin partai. Lalu sekarang Anggota dewan hanya meminta secuil kenyamanan dalam berfikir dan bekerja di Senayan, Rakyat menghina mereka dan menganggap mereka tidak rasional. Ini sungguh tidak adil.

Nampaknya Rakyat harus merenung dan mengevaluasi lagi agar Rakyat dapat lebih bijaksana dan adil dalam bertindak. Sungguh rakyat sangat naif, mengutuk Anggota Dewan yang Terhormat yang jelas sekali memperjuangankan aspirasi rakyat dan memperjuangkan Demokrasi. Dukunglah keputusan Anggota Dewan yang Terhormat untuk membangun gedung baru agar mereka fokus. Jangan dipolitisi lagi Anggota Dewan yang Terhormat. Lihatlah substansi dan esensi dari pembangunan ini. Sesungguhnya dari hal ini kinerja mereka sudah naik dari Anggota Dewan yang Terhormat menjadi Anggota Dewan yang terjahat, terlaknat dan terbejat. Salam Demokrasi.!!!!

0 comments: